ASA

just scribble, words, and myself. never mind, it's safe :)

Kata saya

~disinilah kata, rasa, dan saya berada. bersama, menjadi sebuah.. karya ~

Minggu, 30 Juni 2013

Hujan Bulan Juni

Halo dunia.. hari ini aku kembali memposting ulang puisi karya Sapardi Djoko Damono berjudul “Hujan Bulan Juni”.. Entah, sudah berapa Juni aku mengagumi karyanya yang satu ini. dan kupastikan akan terus mengaguminya. Ada selaksa kisah terlukis senada dengan tiap bait kata-katanya. Maka, di penghabisan Juni tahun ini aku ingin menuliskannya.. di situsku..
Hujan Bulan Juni 
Sapardi Djoko Damono
tak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan Juni
dirahasiakannya rintik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan Juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif
dari hujan bulan Juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu
bagaimana? Memesona bukan? Ada semacam haru yang mengalir membersamai desir darahku. Entahlah denganmu.. tapi yang jelas, ada makna yang tersirat jika kamu membacanya dengan hati. Apapun yang kau temukan. Bagaimanapun penafsiranmu. Percayalah ..~ sampai jumpa.
Salam,
dian.

Sabtu, 22 Juni 2013

Sekenang tentang K A M U ! :)

Sore ini aku tersentak dari tidurku, tatkala ibu membangunkanku dengan menyodorkan ponsel tepat di depan wajahku. Ada sms dari temanmu, penting. Begitu kata beliau.
            Dari: Ario
            Di. pasal 5 dan 20 isinya bagaimana?
Segera mungkin kubalas sms Ario. Ini penting. Pasti dia sedang tes, pikirku. Aku segera mencari UUD-ku di tumpukan buku-buku catatan. Aih, ketemu! Segera kucari pasal-pasal yang dimaksud dan kutuliskan singkat namun jelas. Pesan terkirim! Ah, lega rasanya. Kemudian kubaca ulang sms Ario, kulihat waktu pengirimannya. Astagfirullah, pukul 2 siang. Sementara baru kubuka sms itu pukul 4. Waduhh, jangan-jangan …
            Aku bangkit dari tempat tidur, keluar kamar dan mendekati Bapak yang sedang duduk bersantai. Kusapa beliau, lalu kutanyakan apakah nomornya memiliki gratisan telepon hari ini. (haha, mau telepon aja nyari yang gratisann, 2013.. jann!)
Bapak bilang punya, lalu segera kupinjam ponselnya untuk menelpon si Ario. Berkali-kali panggilanku masuk, namun tak diangkatnya. Lalu kucoba menelpon Fajri, kali ini tersambung dan diangkat. (wahaha, ini berbinar-binar nulisnya)
            Kami berbicara panjang lebar, dia bilang Ario sedang tertidur kedinginan, dan baru kutahu ternyata dia sedang berada di mess bersama Ario dan Kamu. Fajri, Ario, dan Kamu adalah tiga dari pejuang-pejuang yang masih bertahan seleksi alam mengejar impian. Berjibaku dalam usaha untuk dapat menjadi taruna di salah satu akademi yang mendidik calon pemimpin-pemimpin negeri ini. Fajri, Ario, dan Kamu.. teman-teman seperjuanganku :’)
            Aku menyudahi perbincanganku dengan Fajri, dan tak lama kemudian mendapat sms balasan dari Ario. Ini dia, sudah bangun rupanya. Kembali aku meminjam ponsel Bapak untuk menelpon Ario. Kami berbincang cukup lama hingga terdengar suaramu bercanda dengan Fajri. Aku menanyakan Kamu pada Ario, dan menitipkan salam untukmu. Dan Kamu menjawabnya dari kejauhan, “Halo Di..wa’alaykumussalam..” suara itu begitu jelas terdengar. Sesaat aku terdiam, mengingat-ingat terakhir kali aku mendengar suaramu seriang ini. Aku lupa. Sudah setahun lebih berlalu. Dan percakapanku dengan Ario sore ini membuka kembali ingatanku padamu..  
            Aku mengenangmu sebagai kawan yang hangat selain kenangan yang istimewa. Banyak pelajaran yang kudapatkan dari kebersamaan dulu denganmu. Keramahtamahan, kesediaan membantu, dan kebersyukuran. Keramahtamahan; adalah sifat yang melekat padamu hingga membuatku pernah menjatuhkan hati padamu. Sayangnya aku terlalu gegabah dan percaya diri, sehingga tidak menyadari bahwa sikap ini kau tunjukkan pada semua orang, termasuk aku. Namun, sikap ini jualah yang membuat kita pernah dekat, dan membuatku memiliki kenangan bahagia denganmu. Kamu juga suka membantu; ini membuatmu berbeda di mataku. Posisimu sebagai seorang pemimpin tidak membatasi gerakmu untuk membantu siapapun tanpa pandang bulu. Laki-laki, perempuan, muhrim, atau bukan, tak menjadi penghalang bantuanmu. Suaramu yang khas dan menentramkan juga masih terekam jelas di memoriku. Pesan-pesanmu tentang ibadah juga masih tersimpan rapi di ingatanku. Bagaimana kamu mengirimiku anjuran untuk qiyamul lail, pesanmu tentang tatacara shalat sunnah tasbih, hingga diskusi-diskusi seputar najis dan solusinya, ah semuanya memiliki tempat tersendiri di ruang hatiku. Sampai akhirnya perbedaan ideologi yang mendasar membuatku harus menjauhimu. Namun di samping itu, aku menemukan kenyataan bahwa kamu tidak hanya dekat denganku. (ini salahku karena tidak menyadari keramahtamahanmu yang universal atau salahmu yang memang suka ‘flirting’ pada lainnya, ya?) entahlah, tapi yang kutahu kamu begitu!
Semua peristiwa berjalan apa adanya, kita pun saling menjauh begitu saja tanpa ada suatu penyebab yang pasti maupun masalah yang berarti. Bagiku, ini semua adalah garisan takdir yang memang mesti terjadi sehingga aku semakin bersyukur, Tuhan memberiku kesempatan mengenalmu. Setahun mengenalmu, ternyata tidak benar-benar cukup membuatku mengenalmu. Pada tahun berikutnya –setelah aku tidak dekat dengamu lagi—aku mendengar banyak hal tentangmu. Dan semua kisah dari kawan-kawanmu mmbuatku cukup tahu, cukup bersedih, dan cukup prihatin dengan keadaanmu. Bukan! Bukan tentang sikap kepemimpinan atau wibawamu atau kebaikanmu. Kamu masih seperti yang dulu kukenal, hanya saja desas-desus yang beredar tentang ‘hubungan pribadi’-mu membuatku sedikit tidak nyaman, “benarkah kamu seperti itu?”
Aku tidak terlalu mengambil pusing berita-berita itu, toh aku bukan siapa-siapamu. Aku hanya cukup tahu berita itu, cukup mendengar, cukup melihat, dan cukup membuat kesimpulan akhir tentangmu, yang juga cukup Tuhan dan hatiku yang tahu. Dan akhirnya aku bersyukur atas kisah perjalananku denganmu. Meski kadang masih ada rindu yang mengalun dalam sepi, aku tak berniat untuk kembali menjalin cerita denganmu, bukan karena apa-apa, kisahmu sudah cukup menempati salah satu ruang di hatiku.
Kini, hanya untaian kata dan doa yang mampu kutuliskan untukmu. Terima kasih pernah hadir dalam hidupku, pernah mengisi hari-hariku, pernah menjadi pengingat ibadahku. Terima kasih telah mengisi kisah perjalananku di SMA. Terima kasih, Gesta-ku. Dimanapun nantinya kamu berada, semoga Tuhan menjagamu dari perilaku yang tercela, menjadikanmu pemimpin yang dapat dipercaya, memberikan pendamping yang sepadan denganmu. Aku cukup bangga mengenalmu sebagai kawan seperjuangan, dan sekenang cintaku..
Doa puja pintaku juga terpanjatkan untuk Ario dan Fajri. Abang-abangku di XII IPS 1.
Aku tunggu kabar kesuksesanmu, bang!

Purworejo, 10 Juni 2013 pukul 8 lewat 23 malam 

Jumat, 14 Juni 2013

Jurnal Terkini - Gempa 13 Juni 2013

Purworejo, Jawa Tengah—Gempa bumi yang cukup menggetarkan suasana terjadi Kamis malam (13/6) pukul 23.45 WIB dan dirasakan hampir di semua wilayah di Kabupaten Purworejo. Gempa yang berlangsung singkat tidak sampai menimbulkan kerusakan, namun sempat menjadi trending topic di salah satu situs jejaring sosial. Menurut informasi yang dilansir dari situs jejaring sosial BMKG, gempa bumi yang terjadi berpusat di 336 km barat daya Tasikmalaya, Jawa Barat dengan kekuatan 6,5 SR. Belum ada informasi lebih lanjut dari BMKG terkait dengan gempa yang terjadi. Namun tentunya hal ini perlu menjadi perhatian semua pihak karena bukan tidak mungkin akan terjadi gempa susulan. Selain itu, menurut akun pengguna twitter @dianaprst mengatakan bahwa berbagai mention dari kawan-kawannya yang berada di lain daerah di Pulau Jawa juga merasakan getaran gempa dalam waktu yang bersamaan.   Sehingga dapat disimpulkan bahwa getaran gempa dapat dirasakan hampir seluruh daerah selatan di Pulau Jawa. (dyn/journal)

Jumat, 10 Mei 2013

Boyce Avenue - Nothin' On You, My Love, Rocketeer Medley Lyrics

yeah, I love this song so much! wanna sing with me? check it out...


Beautiful girls all over the world
I could be chasing but my time would be wasted
They got nothing on you baby
Nothing on you baby

They might say hi and I might say hey
But you shouldn't worry about what they say
Cause they got nothing on you baby
Nothing on you

If I wrote you a symphony,
Just to say how much you mean to me (what would you do?)
If I told you, you were beautiful
Would you date me on the regular (tell me, would you?)
Well, baby I've been around the world
But I ain't seen myself another girl (like you)
This ring here represents my heart
But there's just one thing I need from you (say "I do")

Cause there are beautiful girls all over the world
I could be chasing but my time would be wasted
They got nothing on you baby
Nothing on you baby

They might say hi and I might say hey
But you shouldn't worry about what they say
Cos they got nothing on you baby
Nothing on you

Now, if I wrote you a love note
And made you smile with every word I wrote (what would you do?)
Would that make you want to change your scene
And wanna be the one on my team (tell me, would you?)
What's the point of waiting anymore?
Cause girl I've never been more sure (baby, it's you)
This ring here represents my heart
And everything that you've been waiting for

Cause there are beautiful girls all over the world
I could be chasing but my time would be wasted
They got nothing on you baby
Nothing on you baby

They might say hi and I might say hey
But you shouldn't worry about what they say
Cause they got nothing on you baby
Nothing on you

Here we go, come with me
There's a world out there that we should see
Take me hand, close your eyes
With you right here, I'm a rocketeer
Let's fly
oh.. oh..
Let's fly

Contoh Abstrak Karya Tulis

ABSTRAK

Diana Prasastiawati. 2012. Nilai-Nilai Kepahlawanan dalam Pembentukan
Karakter Bangsa. Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Purworejo

            Karakter bangsa merupakan ciri tertentu yang membedakan suatu bangsa dengan bangsa lain. Karakter bangsa diperoleh dari proses pembentukan dan pembangunan hasil kristalisasi nilai-nilai dan cita-cita bangsa yang diwujudkan dalam suatu perilaku, cara pandang, dan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Bangsa Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki kepribadian dan karakter yang kuat. Namun di era globalisasi, nilai-nilai luhur dan jati diri bangsa kian pudar. Saat ini seluruh elemen bangsa mendapatkan tantangan untuk mengembalikan dan membentuk karakter bangsa. Salah satu caranya dengan melalui penanaman nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari. Penulisan makalah yang berjudul “Nilai-Nilai Kepahlawanan dalam Pembentukan Karakter Bangsa” bertujuan untuk mengetahui bagaimana nilai-nilai kepahlawanan dapat membentuk karakter bangsa. Sasaran dari hasil penelitian ini adalah seluruh bangsa Indonesia, khususnya generasi muda yang nantinya akan menjadi pemimpin negeri ini.
Penulisan makalah ini dilaksanakan selama bulan September. Kesimpulan yang dihasilkan dari penulisan makalah ini yaitu Nilai-nilai kepahlawanan dapat membentuk karakter bangsa, karena nilai-nilai tersebut merupakan perwujudan dari Pancasila. Penanaman nilai-nilai kepahlawanan terhadap generasi muda dengan melalui penerapan yang sederhana dan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Kata kunci: nilai, pahlawan, karakter bangsa








ABSTRACT

Diana Prasastiawati. 2012. The Heroism Values in  The Character
Nation Building. State Senior High School 1 Purworejo

            The Nation character is some specific characteristics of nation which differently them with the other nation. The nation character is obtained from the formation and development process of the crystallization result values and country ambition in habitual, vision, and application in life everyday. Indonesian people are known as the people in the manner of good personality and character within. However in this global era, these higher values and character nation become more and more faded. Nowadays, all Indonesian people get the challenge up to return and build the nation character. One of the ways is by heroism values in living the country and nation everyday. This paper in the title “Heroism Values in The Character Nation Building” has the aim to know how heroism values can build the nation character. The target of this research is all Indonesian people, especially the youth who will lead this country.
This paper has been writing since September. The conclusion is the heroism values can build the character nation, because of these values are the realizations of Pancasila. Giving the heroism values inside of the youth can be done by the simple and obvious application in the daily activities.

Keywords: value, hero, the nation character



Rangkaian Kata-Kata

Biru III

di jalan saat aku kembali pulang
di jalan lain di kota ini
hujan belum memilin,                                    angin
membisik hasrat memacu roda-roda mesin-
mesin bergesek cepat
dan di sebuah simpang tikungan
air turun bulat-bulat. hujan
keras menyakitkan
di jalanan kulitku melepuh. Aku mengaduh
di sela riuh
rodaroda berkejaran
aku pulang
dari perjalanan jauh tanpa tujuan. dengan
hati kuyup, kulit lepuh, dan kedinginan
dunia luar dan hujan
          jahat, Ibu..
kini aku tau.  aku mau pulang
dian-ku di rumah, di antara senyum dan kehangatan
dian-ku adalah sedoa hangatmu dalam senyuman


Purworejo, 12 February 2013
02:23 PM

Rangkaian Kata-Kata

Biru II

Ibu,
bolehkah aku kembali pulang?
Sedikit saja mencecap hangat minuman
di sini sedang turun hujan
lihat hatiku kuyup kebasahan
badanku mengigil kedinginan
sudahkah di rumah engkau siapkan makanan?
Ibu
aku ingin melingkar di pelukmu!